Globalone

Suku Maori

FAKTA UNIK : Suku Māori

Suku Māori adalah yang pertama kali datang ke Selandia Baru, melakukan perjalanan dengan kano dari Hawaiki sekitar 1.000 tahun lalu. Seorang berkebangsaan Belanda, Abel Tasman, adalah orang Eropa pertama yang melihat negara ini, tetapi orang Inggrislah yang menjadikan Selandia Baru sebagai bagian dari kerajaannya.

Pada tahun 1840, Perjanjian Waitangi ditandatangani, sebuah perjanjian antara Kerajaan Inggris dan Suku Maori. Perjanjian ini memberlakukan hukum Inggris di Selandia Baru dan dianggap sebagai dokumen pendirian Selandia Baru. Bangunan tempat perjanjian ini ditandatangani telah dilestarikan dan, saat ini, Waitangi Treaty Grounds merupakan objek wisata yang populer.

Anda akan menemukan situs bersejarah suku Māori dan taonga (harta karun) - serta bangunan zaman kolonial - yang tersebar di seantero negara ini. Berkeliling di kota mana pun di Selandia baru saat ini, menunjukkan betapa kami telah menjadi negara dengan budaya beragam dan mempesona.

Suku Maori adalah penghuni pertama Selandia Baru atau Aotearoa, yang berarti 'Negeri Awan Putih'.
Tiba di Aotearoa

Menurut suku Maori, penjelajah pertama yang tiba di Selandia Baru adalah Kupe. Dengan menggunakan bintang dan arus laut sebagai pedoman navigasi, Kupe menyeberangi Samudra Pasifik dengan waka hourua (kano pelayaran) dari tanah air Polinesia-nya di Hawaiki. Diduga, Kupe berlabuh di Hokianga Harbour di Northland, sekitar 1000 tahun yang lalu.

Di mana letak Hawaiki?

Anda tidak akan menemukan Hawaiki di peta, namun diyakini bahwa suku Maori berasal dari sebuah pulau atau kepulauan di Polinesia di Samudra Pasifik Selatan. Terdapat persamaan khas di antara bahasa dan budaya Maori dengan bahasa dan budaya lain di Polinesia, termasuk Cook Islands, Hawaii, dan Tahiti.
Waka Suku

Semakin banyak waka hourua yang mengikuti jejak Kupe sepanjang beberapa ratus tahun berikutnya, dan mendarat di berbagai tempat di Selandia Baru. Diyakini bahwa migrasi bangsa Polinesia ini sudah direncanakan dan disengaja, dan banyak waka hourua berlayar kembali ke Hawaiki. Sekarang, iwi (suku-suku) dapat melacak keseluruhan asal usul dan whakapapa (silsilah) mereka ke waka hourua tertentu. Ketujuh waka yang tiba di Aotearoa disebut Tainui, Te Arawa, Matatua, Kurahaupo, Tokomaru, Aotea, dan Takitimu.
Pemburu, pemanen, dan peladang

Kaum Maori adalah pemburu dan nelayan ulung. Mereka menjalin jala nelayan dari harakeke (rami), dan mengukir kail ikan dari tulang dan batu. Mereka memburu burung asli, termasuk moa, burung terbesar di dunia, dengan beragam jebakan dan perangkap pribumi. Suku Maori menggarap ladang dan membudidayakan sayur-mayur yang dibawa dari Polinesia, termasuk kumara (ubi jalar). Mereka juga memakan sayuran asli, umbi-umbian, dan buah beri. Keranjang anyaman rami digunakan untuk membawa makanan, yang sering kali disimpan di pataka — lumbung yang ditinggikan dengan tonggak.
Perang antarsuku

Pada masa sebelum kedatangan bangsa Eropa, perang antarsuku Maori umum terjadi. Para pejuang Maori tangguh dan pemberani, mampu menggunakan beragam senjata tradisional dengan ahli, termasuk taiaha yang mirip tombak dan mere yang mirip gada. Sekarang, aneka senjata ini dapat dilihat dalam upacara Maori, misalnya wero (tantangan).

Untuk melindungi diri mereka agar tidak diserang oleh iwi lain, orang Maori mendirikan pa (desa berbenteng). Dibangun di lokasi strategis, pa dikonstruksi dengan cerdas menggunakan serangkaian tembok pertahanan dan parit untuk melindungi penduduk dari perusuh. Sekarang, banyak situs pa bersejarah dapat ditemukan di seluruh negeri.
Moriori

Sementara suku Maori berdiam di seluruh North Island (Pulau Utara) dan South Island (Pulau Selatan), kaum Moriori, suku Polinesia lain, tinggal di Chatham Islands, hampir 900 kilometer di timur Christchurch. Moriori diyakini bermigrasi ke kepulauan Chatham dari South Island (Pulau Selatan) Selandia Baru. Di akhir abad ke-18, terdapat sekitar 2000 orang Moriori yang mendiami kepulauan Chatham. Kendati demikian, penyakit dan serangan dari suku Maori menjadikan jumlah suku yang cinta damai ini menurun drastis. Orang Moriori berdarah murni yang tersisa diyakini telah meninggal di tahun 1933.

 

 

 

Our Office

Rukan  Florencia Blok AA32
Bukit Gading Mediterania
Jalan Bulevard Bukit Gading Raya (BGR) 
Jakarta 14240
Telp : 021 - 2245 7399
WA : 0851 0209 9342
 
 

 

  • FB : Global One Education
  • IG : globaloneeducation
  • Twitter : Global One Education
  • Linked in : Global One International