Pendidikan ke Austarlia
Saat ini banyak sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri) di Indonesia menawarkan berbagai program menarik, termasuk bekerja sama dengan sekolah luar negeri, terutama dari Australia dan Singapore. Untuk jenjang diploma dan S1, banyak sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) yang mengadakan Twinning Program dan memberikan 2 gelar (degree) sekaligus, biasa dikenal sebagai double degree, satu gelar didapat dari sekolah local tersebut dan satunya lagi dari sekolah luar negeri yang bekerja sama.
Walaupun banyak penawaran dari sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) internasional, masih banyak yang memutuskan untuk studi di luar negeri, terutama ke negara maju yang sudah terkenal dengan kualitas pendidikannya seperti : Australia, New Zealand, Singapore, Malaysia, China, Swiss, Inggris, Jerman, USA dan Kanada.
Ada beberapa alasan mengapa mereka ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri, diantaranya:
Anggapan secara umum studi keluar negeri membutuhkan biaya yang besar. Tetapi kalau kita cermat ada beberapa negara yang biaya pendidikan nya cukup murah dengan kualitas dunia, seperti Jerman, Polandia, Cekoslovia dan beberapa negara Eropa Timur lainnya. Saat ini biaya pendidikan di Indonesia tidak murah, bahkan di beberapa sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) internasional di Indonesia mengenakan biaya yang lebih tinggi jika dibandingkan ber sekolah di luar negeri, seperti Singapore, China, Jerman, Polandia dll. Disamping itu banyak negara maju menawarkan program bea siswa, yang dalam arti kata bisa belajar di luar negeri secara gratis.
Untuk belajar di luar negeri, disamping membutuhkan biaya belajar dan hidup, juga harus mempersiapkan fisik dan mental yang baik, karena mereka akan menghadapi banyak tantangan baik dari segi bahasa, kehidupan social, lingkungan baru, perbedaan cuaca maupun penyesuaian diri lainnya.
Pendidikan Tinggi di Autsralia
Sampai saat ini Australia masih menjadi salah satu negara tujuan utama bagi pelajar Indonesia, bahkan berbagai negara lain untuk studi.
Pemerintah Australia sangat ketat dalam memonitoring sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) atau universitas dalam menjalankan program-programnya. Untuk perekrutan mahasiswa internasional mereka harus terdaftar di pemerintah yang dikenal dengan nama Commonwealth Register of Institutions and Courses for Overseas Students (CRICOS). Supaya terdaftar pada CRICOS ini, baik sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) pemerintah maupun swasta akan di assess kualifikasinya apakah mereka sudah mencapai standard pendidikan Australia atau tidak.
Disamping CRICOS ini, siswa asing juga dilindungi haknya untuk mendapatkan kualitas pendidikan dengan apa yang disebut Education Services for Overseas Students (ESOS) Act 2000. Disini sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) atau institusi yang merekrut siswa asing harus memberikan standar kualitas pelajaran yang sesuai dengan standard Australia.
Disamping kedua hal, Australia juga terkenal dengan tingkat keamanan yang tinggi, multi cultural dan iklim yang bersih, banyak tempat menarik dan indah yang dapat dikunjungi pada saat liburan sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) seperti liburan natal dan tahun baru atau pada saat break kenaikan tingkat.
Pendidikan tinggi di Australia sendiri dibagi atas 2 tingkat yaitu : undergraduate (Sarjana) dan postgraduate (pasca sarjana). Program sarjana (undergraduate) terdiri dari program Diploma yang diselenggarakan oleh TAFE (lembaga pendidikan kejuruan pemerintah), college (lembaga pendidikan kejuruan swasta) atau universitas. Sedangkan program Pascasarjana (Postgraduate) terdiri dari Postgraduate Certificate dan Postgraduate Diploma, Master Degree (S2) dan Doctoral Degree (S3)
Jumlah universitas di Australia hanya ada 39 universitas, 2 diantaranya adalah universitas swasta. 39 universitas tersebut tesebar di seluruh Negara bagian Australia. Biasannya kota-kota favorit siswa Indonesia adalah Sydney, Melbourne dan Perth, kemudian Brisbane.
Sistem pendidikan tinggi Australia memiliki 12 kualifikasi yang dikenal dengan nama The Australian Qualification Framework (AQF) yaitu: Certificate I, Certificate II, Certificate III, Certificate IV, Diploma, Advanced Diploma, Bachelor Degree, Bachelor Degree with Honours, Graduate Certificate, Graduate Diploma, Master Degree dan yang terakhir Doctoral Degre.
Enam jenjang pendidikan pertama dari Certificate I hingga Advanced Diploma adalah pendidikan dan pelatihan kejuruan yang diselenggarakan oleh Technical & Further Education (TAFE) atau dikenal di Indonesia sebagai Politeknik, dan juga diselenggarakan oleh lembaga pendidikan swasta (Colleges). Di Australia terdapat lebih dari 100 TAFE dan 2,000 Colleges yang menawarkan program kejuruan ini. Bagi siswa lulusan diploma / advanced diploma TAFE atau Colleges yang ingin melanjutkan studi nya untuk mendapatkan gelar (Bachelor Degree) ke universitas yang dituju, dengan persyaratan tertentu tanpa harus mengulang pelajaran yang telah didapat.
Saat ini banyak peminat sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) kejuruan tersebut karena disamping biaya relative lebih murah, tenaga ahli kejuruan tersebut dibutuhkan oleh market Australia, sehingga pemerintah Australia memberi kesempatan bagi lulusan advanced diploma dengan masa belajar minimal 2 tahun dan program tertentu, dapat mengajukan aplikasi Permanent Resident (PR) tanpa pengalaman kerja sama sekali.
Walaupun banyak penawaran dari sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) internasional, masih banyak yang memutuskan untuk studi di luar negeri, terutama ke negara maju yang sudah terkenal dengan kualitas pendidikannya seperti : Australia, New Zealand, Singapore, Malaysia, China, Swiss, Inggris, Jerman, USA dan Kanada.
Ada beberapa alasan mengapa mereka ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri, diantaranya:
- Menjadi bagian dari pelajar internasional
- Mendapatkan pengalaman tinggal dan hidup di luar negeri, belajar beradaptasi dan belajar kultur atau adat dari Negara lain
- Ada anggapan bahwa sekolah di luar negeri kualitas dan ‘pamor’ pendidikannya lebih tinggi, sehingga nantinya setelah lulus mereka dapat bersaing secara global dan mendapatkan penghasilan jauh lebih tinggi daripada lulusan dalam negeri
- Berlatih secara langsung untuk berkomunikasi dalam bahasa lain selain bahasa Indonesia
- Membuka wawasan terhadap kemajuan dunia global dan membangun jaringan persahabatan secara internasional
- Menimba pengalaman kerja di luar negeri. Ada beberapa Negara yang memberikan ijin bekerja paruh waktu kepada pelajar internasionalnya.
Anggapan secara umum studi keluar negeri membutuhkan biaya yang besar. Tetapi kalau kita cermat ada beberapa negara yang biaya pendidikan nya cukup murah dengan kualitas dunia, seperti Jerman, Polandia, Cekoslovia dan beberapa negara Eropa Timur lainnya. Saat ini biaya pendidikan di Indonesia tidak murah, bahkan di beberapa sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) internasional di Indonesia mengenakan biaya yang lebih tinggi jika dibandingkan ber sekolah di luar negeri, seperti Singapore, China, Jerman, Polandia dll. Disamping itu banyak negara maju menawarkan program bea siswa, yang dalam arti kata bisa belajar di luar negeri secara gratis.
Untuk belajar di luar negeri, disamping membutuhkan biaya belajar dan hidup, juga harus mempersiapkan fisik dan mental yang baik, karena mereka akan menghadapi banyak tantangan baik dari segi bahasa, kehidupan social, lingkungan baru, perbedaan cuaca maupun penyesuaian diri lainnya.
Pendidikan Tinggi di Autsralia
Sampai saat ini Australia masih menjadi salah satu negara tujuan utama bagi pelajar Indonesia, bahkan berbagai negara lain untuk studi.
Pemerintah Australia sangat ketat dalam memonitoring sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) atau universitas dalam menjalankan program-programnya. Untuk perekrutan mahasiswa internasional mereka harus terdaftar di pemerintah yang dikenal dengan nama Commonwealth Register of Institutions and Courses for Overseas Students (CRICOS). Supaya terdaftar pada CRICOS ini, baik sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) pemerintah maupun swasta akan di assess kualifikasinya apakah mereka sudah mencapai standard pendidikan Australia atau tidak.
Disamping CRICOS ini, siswa asing juga dilindungi haknya untuk mendapatkan kualitas pendidikan dengan apa yang disebut Education Services for Overseas Students (ESOS) Act 2000. Disini sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) atau institusi yang merekrut siswa asing harus memberikan standar kualitas pelajaran yang sesuai dengan standard Australia.
Disamping kedua hal, Australia juga terkenal dengan tingkat keamanan yang tinggi, multi cultural dan iklim yang bersih, banyak tempat menarik dan indah yang dapat dikunjungi pada saat liburan sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) seperti liburan natal dan tahun baru atau pada saat break kenaikan tingkat.
Pendidikan tinggi di Australia sendiri dibagi atas 2 tingkat yaitu : undergraduate (Sarjana) dan postgraduate (pasca sarjana). Program sarjana (undergraduate) terdiri dari program Diploma yang diselenggarakan oleh TAFE (lembaga pendidikan kejuruan pemerintah), college (lembaga pendidikan kejuruan swasta) atau universitas. Sedangkan program Pascasarjana (Postgraduate) terdiri dari Postgraduate Certificate dan Postgraduate Diploma, Master Degree (S2) dan Doctoral Degree (S3)
Jumlah universitas di Australia hanya ada 39 universitas, 2 diantaranya adalah universitas swasta. 39 universitas tersebut tesebar di seluruh Negara bagian Australia. Biasannya kota-kota favorit siswa Indonesia adalah Sydney, Melbourne dan Perth, kemudian Brisbane.
Sistem pendidikan tinggi Australia memiliki 12 kualifikasi yang dikenal dengan nama The Australian Qualification Framework (AQF) yaitu: Certificate I, Certificate II, Certificate III, Certificate IV, Diploma, Advanced Diploma, Bachelor Degree, Bachelor Degree with Honours, Graduate Certificate, Graduate Diploma, Master Degree dan yang terakhir Doctoral Degre.
Enam jenjang pendidikan pertama dari Certificate I hingga Advanced Diploma adalah pendidikan dan pelatihan kejuruan yang diselenggarakan oleh Technical & Further Education (TAFE) atau dikenal di Indonesia sebagai Politeknik, dan juga diselenggarakan oleh lembaga pendidikan swasta (Colleges). Di Australia terdapat lebih dari 100 TAFE dan 2,000 Colleges yang menawarkan program kejuruan ini. Bagi siswa lulusan diploma / advanced diploma TAFE atau Colleges yang ingin melanjutkan studi nya untuk mendapatkan gelar (Bachelor Degree) ke universitas yang dituju, dengan persyaratan tertentu tanpa harus mengulang pelajaran yang telah didapat.
Saat ini banyak peminat sekolah ( konsultan pendidikan luar negeri ) kejuruan tersebut karena disamping biaya relative lebih murah, tenaga ahli kejuruan tersebut dibutuhkan oleh market Australia, sehingga pemerintah Australia memberi kesempatan bagi lulusan advanced diploma dengan masa belajar minimal 2 tahun dan program tertentu, dapat mengajukan aplikasi Permanent Resident (PR) tanpa pengalaman kerja sama sekali.




















